Rindu Dia
"RINDU DIA"
Aku sudah terlanjur sayang pada dia, satu menit bahkan satu detik pun aku
takmau lepas dari pelukan dia, aku selalu rindu entah kenapa aku sudah
terlanjur sayang pada dia. Tiba-tiba dia akan pamit untuk meninggalkanku, dan dia
akan pergi dalam waktu lebih kurang satu tahun, dan waktu lebih kurang satu
tahun itu bagiku sangat lama sekali. Pagi itu kulihat dia sangat murung. Terpancar kesedihan mendalam di wajahnya. Akupun takkuasa membendung rasa sedih, terhanyut bersama derasnya curahan air mata yang selalu mengalir.
"Kau akan pergi juga?" kataku di sela isak tangis. Dia menganggukkan kepala. Ku rangkul kepalanya sambil kubenamkan dalam dekapan erat rasa sayang. Tak ingin rasanya aku melepaskan genggaman tangannya. Aku sudah betul-betul sayang sama dia, rasanya tak mungkin aku lepas dari dekapanku. Seluruh tubuhnya terasa sudah melekat padaku.
Bagaimana mungkin aku bisa tidur tanpa
dia.“Aku sudah terbiasa tidur denganmu.
Entah bagaimana rasanya bila esok aku terbangun tanpa kau di sampingku? Bagaimana caranya kau membuang rasa ini? Tolong beritahu,
apa yang harus kulakukan jika aku ingin memelukmu lagi kelak? Dia hanya terdiam,
membisu. Tak satupun kata-kata terucap dari bibirnya yang terkatup rapat.
“Kau
akan pergi kemana?" sambil ku menatap wajahnya dalam-dalam.
"Entahlah....!" jawabnya singkat.
"Entahlah....!" jawabnya singkat.
"Akankah kau akan kembali padaku nanti?"
dia terdiam..
"Insya Allah..." jawabnya sambil menyeka air mata. Aku berjanji akan selalu setia,..percayalah...! Bersamamu adalah halter indah dalam hidupku.... Tak ada yang lebih indah, selain bersamamu. Baiklah..mari kita tidur sejenak....menghabiskan sisa waktu yang tersedia. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tumpahkan segala rasa pagi ini, menjelang surya mengintip.... Oh Ramadhan, peluklah aku ! Esok kau akan pergi..... Semoga kelak kita bisa mengulangnya kembali.......Kabulkanlah, ya Allah...Amiiin.
"Insya Allah..." jawabnya sambil menyeka air mata. Aku berjanji akan selalu setia,..percayalah...! Bersamamu adalah halter indah dalam hidupku.... Tak ada yang lebih indah, selain bersamamu. Baiklah..mari kita tidur sejenak....menghabiskan sisa waktu yang tersedia. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tumpahkan segala rasa pagi ini, menjelang surya mengintip.... Oh Ramadhan, peluklah aku ! Esok kau akan pergi..... Semoga kelak kita bisa mengulangnya kembali.......Kabulkanlah, ya Allah...Amiiin.
Komentar
Posting Komentar